By: Makder Lumban Gaol, M.Pd
CGP Angkatan ke-10
SMAN 1 Pangkalan Lesung -
Pelalawan
atau bertemu orang tertentu saja, namun hal tersebut juga harus dilakukan baiknya dalam pergaulan sehari-hari, sehingga dapat dijadikan suatu pembiasaan positif yang akan terus di laksanakan. Peran orang tua dan kita sebagai pendidik juga sangat penting untuk mengajarkan etika sopan santun sejak dini.
Murid diibaratkan seperti lembar kosong kertas putih. Dengan
kepolosannya, mereka akan terbentuk seperti apa yang kita inginkan. Sebagai pendidik,
tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan menjadikannya menjadi
pribadi yang baik. Tentu saja, hal ini penting untuk masa depannya. Pendidik sangat
berperan dalam pembentukan etika sopan santun, karena sekolah merupakan tempat
yang kedua bagi murid dalam membentuk kepribadian selain lingkungan keluarga.
Di SMAN 1 Pangkalan Lesung, saya sebagai pendidik berupaya untuk menerapkan pembiasaaan-pembiasaan positif. Diawal memulai kegiatan pembelajaran, saya sebagai pendidik dan murid membuat kesepakatan kelas terutama dalam hal berkomunikasi. Pembuatan kesepakatan kelas sebagai salah satu bentuk didisplin positif yang dilaksanakan di dalam kelas. Tujuan dibuatnya kesepakatan kelas adalah mengajarkan murid untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dibuat dan disepakati bersama. Kesepakatan yang dibuat salah satunya dalam bentuk berkomunikasai yaitu pembiasaan untuk meminta izin jika ada kendala atau permasalahan dalam mengikuti pembelajaran.
Di SMAN 1 Pangkalan Lesung, saya sebagai pendidik mencoba
memposisikan diri sebagai manajer dengan mempersilahkan murid untuk bertanggung
jawab atas perilakunya dan mencari solusinya sendiri. Saya sebagai pendidik
mencoba untuk menghilangkan motivasi hukuman dan penghargaan diganti dengan
konsekuensi dan apresiasi dengan menerapkan segitiga restitusi sebelumnya. Tentu
saja hal ini berkaitan dengan filosofi pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara yang
menyatakan bahwa pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada
pada anak, untuk tumbuh dan berkembang, segingga mereka mendapatkan keselamatan
dan kebahagiaan yang setingi-tingginya, baik sebagai individu atau anggota
masyarakat.
Pembiasaan positif yang saya terapkan saat pembelajaran
adalah menerapkan pembelajaran yang
berpihak pada murid. Saya melakukan assesmen
awal (kognitif dan non kognitif) untuk mengetahui kebutuhan belajar murid.
Tujuannya adalah untuk mengakomodir kebutuhan belajar murid dilihat dari
kesiapan belajar, profil belajar, dan minat murid. Saya mendesain modul ajar sesuai dengan kebutuhan murid, dan
selanjutnya, sebagai pendidik menerapkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Melibatkan murid secara aktif
dalam kegiatan dan proyek, yang memungkinkan mereka untuk mempraktekkan
keterampilan dan konsep-konsep yang mereka pelajari. Hal ini akan membantu murid
untuk memahami dan mengingat konsep-konsep dengan lebih baik, serta memberikan
mereka pengalaman nyata dalam menghadapi situasi dunia nyata.
Contoh lain penerapan budaya positif di
lingkungan SMAN 1 Pangkalan Lesung seperti budaya antri, budaya 5S (bersalaman
dengan guru di waktu pagi ketika masuk gerbang sekolah), menaati aturan
sekolah, kebersihan membuang sampah pada tempatnya, penampilan bakat miat
setiap hari Rabu Pagi, Program sehat melalui program senam setiap kamis pagi,
dan makan bersama seluruh warga SMAN 1 Pangkalan Lesung yang dilaksanakan
setiap 1 kali dalam satu semester. Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Ki
Hajar Dewantara yang mengungkapkan bahwa disiplin kepada anak adalah disiplin
diri, sebab hanya diri sendiri yang mampu mengontrol diri. Penerapan disiplin
positif terlaksana bukan keterpaksaan, akan tetapi murid sendirilah yang akan
menginginkan dirinya menaati peraturan sesuai dengan kesadaran masing-masing.
Dengan penjelasan di atas, diharapkan budaya positif di
SMAN 1 Pangkalan Lesung dapat terwujud dan sekolah sebagai tempat menyemai benih
kebudayaan atau pembentukan karakter, bukan hanya sebagai mimpi indah yang
hanya menjadi cerita indah dalam buku-buku teks pelajaran.


Good job pak makder
BalasHapus