PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
By: Makder Lumban Gaol, M.Pd
CGP Angkatan ke-10
Salah satu
fenomena pembelajaran yang terjadi di lingkungan sekolah adalah rendahnya
aktifitas dan motivasi belajar murid. Mereka hadir ke sekolah bukan karena
adanya kesadaran atau dorongan dari dalam dirinya. Mereka datang menghadirkan
keberagaman yang unik, karena setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda
satu sama lain. Karakteristik minat bakat dan potensi yang berbeda pada murid
harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan potensi dirinya.
Menurut Ki
Hajar Dewantara, pendidik diibaratkan seperti seorang petani atau tukang kebun, dan siswa adalah benih tanaman yang
ditabur petani (guru) di lahan (sekolah). Murid adalah benih
yang hendaknya disemai dalam lahan dan perlakuan yang tepat demi terciptanya
kebahagiaan setinggi tingginya. Ki Hajar Dewantara menambahkan bahwa tujuan
pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada
anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Oleh karena itu,
sebagai pendidik harus bisa mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada
murid. Dengan kondisi keberagaman murid,
guru sebagai pendidik dituntut harus mampu menciptakan pembelajaran yang
berpihak pada murid, yaitu pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar murid. Dengan
terciptanya pembelajaran yang berpihak pada murid, diyakini akan terwujudnya
pembelajaran bermakna dan menyenangkan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang
berpihak pada murid, pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu solusi
untuk direncanakan dan diterapkan di kelas dan sekolah.
adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di
kelas dalam memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran
berdiferensiasi memberikan keleluasaan kepada murid untuk meningkatkan potensi
dirinya, tentunya guru sebagai pendidik, harus mengakomodir kebutuhan belajar
murid. Yang dilakukan oleh guru untuk mengakomodir kebutuhan murid adalah
melakukan assessment awal (assessment kognitif dan non kognitif). Setelah itu
guru merancang modul ajar yang mengakomodir kebutuhan murid. Selanjutnya adalah
memilih strategi pembelajaran yang berpihak pada murid.Supaya pembelajaran
berdiferensiasi memenuhi kebutuhan belajar murid, guru melakukan
pemetaan kebutuhan berdasarkan 3 aspek, yaitu kesiapan belajar murid, minat
murid, dan profil belajar murid. Dalam kesiapan belajar murid bahwa guru melihat kesiapan murid
untuk mengetahui kemampuan murid dalam mempelajari materi, konsep atau
ketrampilan baru. Sedangkan minat murid, guru memberikan keleluasaan kepada
murid untuk belajar sesuai dengan minatnya sehingga dapat meningkatkan
motivasinya. Dan profil belajar murid, guru memberikan kesempatan kepada murid
untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya dan kecerdasannya.sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar
belajar murid.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu murid
mencapai hasil belajar yang optimal dengan menerapkan strategi
pembelajaran diferensiasi. Adapun pendekatan
pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:
a.
Pendekatan Konten
Pendekatan konten adalah suatu pendekatan yang digunakan seorang
pendidik dalam memfasilitasi murid untuk memahami atau mempelajari sebuah topik
atau materi pembelajaran sesuai dengan kesiapan belajarnya. Kesiapan belajar
dapat berhubungan dengan tingkat kemampuan murid dalam mempelajari suatu materi
pembelajaran. Dalam hal ini, seorang guru dapat melakukan penyesuaian
pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kesiapan belajar muridnya. Tentu
saja untuk mengetahui kesiapan belajar, guru terlebih dahulu melakukan
asessesment awal (kognitif)
b.
Pendekatan Proses
Aktivitas pembelajaran harus disesuaikan dengan profil belajar
murid. Salah satu profil belajar murid yang umumnya kita ketahui dan digunakan
dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah gaya belajar. Setiap murid memiliki
gaya belajar yang tidak sama. Ada yang gaya belajar tipe Auditori, visual
dan kinestesis. Tentu saja untuk mengetahuinya dalah dengan melakukan
assessment awal non kognitif.
c. Pendekatan
Produk
Pendekatan produk
berkaitan dengan tugas atau proyek yang diberikan kepada siswa setelah mereka
memahami materi. Murid memiliki kebebasan untuk menunjukkan
pemahaman mereka melalui produk yang berbeda-beda.
d. Pendekatan
Lingkungan Belajar
Lingkungan
belajar yang tenang dan kondusif akan mampu memberikan motivasi kepada murid
untuk mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik
harus bisa memanfaatkan lingkungan belajar sebagai alternatif untuk mengakomodir
kebutuhan murid
Keterkaitan antar materi dimulai dari salah filosofi Ki Hajar Dewantara. Guru harus menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya. Hal ini sesuai pembelajaran berdiferensiasi, bahwa guru harus mengakomodir kebutuhan belajar murid, karena sebagaimana kita ketahui bahwa masing-masing murid memiliki keunikan, kelebiahn dan kekurangan. Guru sebagai pendidik harus memiliki visi untuk melakukan perubahan Tentunya perubahan yang dilakukan adalah menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berdiferensiasi juga dapat membentuk budaya positif di sekolah. Dimana dengan penerapan pembelajaran yang berpihak pada murid dapat memberikan keleluasaan kepada murid untuk meningkatkan potensi dirinya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar