Kamis, 20 Juni 2024

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
By: Makder Lumban Gaol, M.Pd
CGP Angkatan ke-10


Salah satu fenomena pembelajaran yang terjadi di lingkungan sekolah adalah rendahnya aktifitas dan motivasi belajar murid. Mereka hadir ke sekolah bukan karena adanya kesadaran atau dorongan dari dalam dirinya. Mereka datang menghadirkan keberagaman yang unik, karena setiap murid memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Karakteristik minat bakat dan potensi yang berbeda pada murid harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan potensi dirinya.

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidik diibaratkan seperti seorang petani atau tukang kebun, dan siswa adalah benih tanaman yang ditabur petani (guru) di lahan (sekolah). Murid adalah benih yang hendaknya disemai dalam lahan dan perlakuan yang tepat demi terciptanya kebahagiaan setinggi tingginya. Ki Hajar Dewantara menambahkan bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai pendidik harus bisa mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Dengan kondisi keberagaman murid, guru sebagai pendidik dituntut harus mampu menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid, yaitu pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar murid. Dengan terciptanya pembelajaran yang berpihak pada murid, diyakini akan terwujudnya pembelajaran bermakna dan menyenangkan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu solusi untuk direncanakan dan diterapkan di kelas dan sekolah. 

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas dalam memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi memberikan keleluasaan kepada murid untuk meningkatkan potensi dirinya, tentunya guru sebagai pendidik, harus mengakomodir kebutuhan belajar murid. Yang dilakukan oleh guru untuk mengakomodir kebutuhan murid adalah melakukan assessment awal (assessment kognitif dan non kognitif). Setelah itu guru merancang modul ajar yang mengakomodir kebutuhan murid. Selanjutnya adalah memilih strategi pembelajaran yang berpihak pada murid.

Supaya pembelajaran berdiferensiasi memenuhi kebutuhan belajar murid, guru melakukan pemetaan kebutuhan berdasarkan 3 aspek, yaitu kesiapan belajar murid, minat murid, dan profil belajar murid. Dalam kesiapan belajar murid bahwa guru melihat kesiapan murid untuk mengetahui kemampuan murid dalam mempelajari materi, konsep atau ketrampilan baru. Sedangkan minat murid, guru memberikan keleluasaan kepada murid untuk belajar sesuai dengan minatnya sehingga dapat meningkatkan motivasinya. Dan profil belajar murid, guru memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya dan kecerdasannya.sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar belajar murid. 

Pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu murid mencapai hasil belajar yang optimal dengan menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi. Adapun pendekatan pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:

a.        Pendekatan Konten

Pendekatan konten adalah suatu pendekatan yang digunakan seorang pendidik dalam memfasilitasi murid untuk memahami atau mempelajari sebuah topik atau materi pembelajaran sesuai dengan kesiapan belajarnya. Kesiapan belajar dapat berhubungan dengan tingkat kemampuan murid dalam mempelajari suatu materi pembelajaran. Dalam hal ini, seorang guru dapat melakukan penyesuaian pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kesiapan belajar muridnya. Tentu saja untuk mengetahui kesiapan belajar, guru terlebih dahulu melakukan asessesment awal (kognitif)  

 

b.        Pendekatan Proses

Aktivitas pembelajaran harus disesuaikan dengan profil belajar murid. Salah satu profil belajar murid yang umumnya kita ketahui dan digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah gaya belajar. Setiap murid memiliki gaya belajar yang tidak sama. Ada yang gaya belajar tipe Auditori, visual dan kinestesis. Tentu saja untuk mengetahuinya dalah dengan melakukan assessment awal non kognitif.

 

 

c.      Pendekatan Produk

Pendekatan produk berkaitan dengan tugas atau proyek yang diberikan kepada siswa setelah mereka memahami materi. Murid  memiliki kebebasan untuk menunjukkan pemahaman mereka melalui produk yang berbeda-beda.

d.       Pendekatan Lingkungan Belajar

        Lingkungan belajar yang tenang dan kondusif akan mampu memberikan motivasi kepada murid untuk mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik harus bisa memanfaatkan lingkungan belajar sebagai alternatif untuk mengakomodir kebutuhan murid


Keterkaitan antar 
materi dimulai dari salah filosofi Ki Hajar Dewantara. Guru harus menuntun murid untuk berkembang sesuai dengan kodratnya. Hal ini sesuai pembelajaran berdiferensiasi, bahwa guru harus mengakomodir kebutuhan belajar murid, karena sebagaimana kita ketahui bahwa masing-masing murid memiliki keunikan, kelebiahn dan kekurangan.  Guru sebagai pendidik harus memiliki visi untuk melakukan perubahan Tentunya perubahan yang dilakukan adalah menerapkan  pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran berdiferensiasi juga dapat membentuk budaya positif di sekolah. Dimana dengan penerapan pembelajaran yang berpihak pada murid dapat memberikan keleluasaan kepada murid untuk meningkatkan potensi dirinya.

 Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi erat kaitannya dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid. Sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, murid adalah benih yang hendaknya disemai dalam lahan dan perlakuan yang tepat demi terciptanya kebahagiaan setinggi tingginya.  Oleh karena itu, guru sebagai pendidik harus memiliki nilai-nilai  yaitu nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Nilai tersebut menjadi komponen utama dalam mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi. Sebagai guru, kita harus bisa memberikan pelayanan prima melalui visi dan prakarsa perubahan sehingga bisa menjadi agen peubah demi terwujudnya pendidikan yang berpihak pada murid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar