Senin, 09 September 2024

PENGELOLAAN PROGRAM
YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID
Koneksi Antar Materi Modul 3.3
By: Makder Lumban Gaol, M.Pd

CGP Angkatan ke-10

 

Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid adalah sebuah  program yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga  potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.  Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid yang mengajak  para guru untuk berefleksi dan melihat kembali perspektif atau cara pandang kita tentang program yang berdampak positif pada murid. Program-program sekolah, baik program intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstra kurikuler dapat mendorong kepemimpinan murid (student agency).

Konsep kepemimpinan murid  sebenarnya berakar pada prinsip bahwa murid memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Kepemimpinan murid dapat dilihat sebagai kapasitas untuk menetapkan tujuan, melakukan refleksi dan bertindak secara bertanggung jawab untuk menghasilkan perubahan.

Bagaimana perasaan Anda setelah mempelajari modul ini?

Perasaan saya setelah mempelajari Modul 3.3 dengan materi Pengelolaan Program yang Berdampak Positip pada Murid, adalah sangat senang dan bahagia, karena saya sebagai pendidik mengetahui bagaimana membuat program yang berdampak positif pada murid. Program yang berdampak positip pada murid sangat didambakan oleh sekolah, karena pada dasarnya seluruh sekolah adalah untuk mendidik murid menjadi lebih baik, sehingga program sekolah sudah selayaknya berdampak positip bagi murid.

Sesudah mempelajari materi pengelolaan program yang berdampak positif pada murid, saya sebagai pendidik mengetahui dan menyadari bahwa tugas guru adalah membimbing dan menuntun murid agar mereka mampu memimpin proses belajarnya sendiri sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Guru menyadari bahwa murid sebagai mitra bagi guru dalam pembelajaran, mengupayakan terwujudnya lingkungan sekolah yang mendukung tumbuhnya murid-murid yang mampu menjadi pemimpin dalam proses pembelajarannya sendiri dan menerapkan konsep kepemimpinan murid .

Apa intisari yang Anda dapatkan dari modul ini?

Pentingnya kepemimpinan murid dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, yaitu berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

Murid menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran sebenarnya memiliki suara ,pilihan dan kepemilikan . Lewat suara, pilihan, dan kepemilikan inilah murid kemudian mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri.  Tugas guru menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya di mana murid memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka.

Lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid memiliki beberapa karakteristik diantaranya:

·         Menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang positif.

·         Keterampilan berinteraksi sosial secara positif

·         Keterampilan dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non-akademik

·         Menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya

·         Membuka wawasan menentukan dan menindaklanjuti tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan

·         Menempatkan murid sedemikian rupa sehingga terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri

·         Menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh murid untuk terus bangkit di tengah kesempitan dan kesulitan.

 

Apa  keterkaitan yang dapat Anda lihat antara Modul ini dengan modul-modul sebelumnya?

Keterkaitan yang dapat saya lihat antara Modul ini dengan modul-modul sebelumnya pengelolaan program sekolah tentunya harus berdampak pada murid dengan merancang dan mengelola program sekolah yang berdampak positif pada murid. Keterkaitan modul ini dengan modul-modul sebelumnya saling mendukung dan melengkapi dalam proses pembelajaran yang berpihak pada murid.

Modul 1.1 Filosofi Ki Hajar Dewantara

Guru sebagai pendidik mempunyai peran strategis untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak, sehingga mereka dapat bahagia dan selamat sebagai individu masyarakat. Adapun dalam mengelola program sekolah yang berdampak pada murid hendaknya melibatkan murid dan memperhatikan pengembangan potensi atau kodrat murid. Murid adalah pribadi yang unik dan utuh, sehingga guru dapat menuntun murid sesuai dengan kodratnya.

Modul 1.2 Nilai dan peran guru penggerak

Nilai-nilai dari seorang guru penggerak yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Nilai dan peran dari guru penggerak tidak terlepas dari cita-cita mulia untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dan merdeka belajar. Dalam menjalankan perannya, seorang guru tidak hanya berperan sebagai pemimpin pembelajaran di kelas, namun juga memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin dalam pengelolaan program sekolah yang berpihak dan berdampak positif pada murid .

Modul 1.3 Visi guru penggerak

Guru memiliki visi kepada perubahan, baik perubahan di kelas atau perubahan di sekolah. Untuk mencapai perubahan tersebut guru perlu mengenal pendekatan manajemen perubahan. Manajemen pendekatan perubahan disebut Inkuiri Apresiatif (IA). Dalam merencanakan dan mengelola program yang berdampak pada murid dilakukan dengan menggunakan pendekatan inkuiri apresiatif model BAGJA, dengan terlebih dahulu memetakan aset atau sumber daya sekolah, dan mengembangkan aset atau potensi yang bisa dikembangkan untuk merencanakan program sekolah yang berdampak positif  pada murid.

Modul 1.4. Budaya Positif

Lingkungan yang mendukung perkembangan potensi, minat dan profil belajar murid terutama kekuatan kodrat pada anak-anak. Guru sebagai pendidik hendaknya dapat mengoptimalkan sumber daya lingkungan yang positif dan mengembangkan budaya positif agar anak-anak dapat tumbuh sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman dan mendukung program yang berdampak positif pada murid.

Modul 2.1 Pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid

Guru sebagai pendidik dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodir kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu alternatif pembelajaran di kelas yang sesuai dengan karakteristik dan kecerdasan murid. Guru melakukan pemetaan terhadap kebutuhan belajar, minat dan profil belajar murid. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan belajar, profil dan minat belajar murid.

Modul 2.2 Pembelajaran emosional dan social

Guru diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sosial pada diri murid. Teknik kesadaran diri (mindfulness) menjadi strategi pengembangan lima kompetensi sosial emosional yang didasarkan pada program yang berpihak pada murid

Modul 2.3, Coaching untuk supervisi akademik

Coaching sebagai strategi seorang pemimpin pembelajaran untuk menuntun anak dan menggali potensi yang dimiliki oleh anak. Coaching juga memberikan keleluasaan anak-anak berkembang dan menggali proses berpikir. Dalam pengelolaan program yang berdampak pada murid, coaching dapat digunakan sebagai strategi untuk mengembangkan sumber daya murid, mengembangkan kepemimpinan murid, menggali potensi murid

Modul 3.1 Pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin.

Guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat mengambil keputusan secara bijaksana, yaitu keputusan yang berpihak pada murid. Dasar, prinsip, paradigma atau nilai dalam pengambilan keputusan harus konsisten, terutama berkaitan dengan dilema etika atau bujukan moral. Guru sebagai pendidik diajarkan untuk bisa mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin.

Modul 3.2 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya.  

Guru sebagai pemimpin pembelajaran maupun pengelola program sekolah harus dapat memetakan dan mengidentifikasi aset-aset yang ada di sekolah, baik aset fisik maupun non fisik. Pendekatan berbasis aset/kekuatan dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh sekolah sebagai komunitas belajar, dibandingkan dengan pendekatan berbasis masalah/kekurangan. Paradigma berpikir harus melihat sisi positif yang dimiliki oleh sekolah. Dengan berfokus pada aset yang dimiliki, maka pengelolaan program yang berdampak pada murid dapat terencana dan terealisasi dengan baik.

Modul 3.3 Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid.

Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid dapat memanfaatkan 7 aset atau modal yang dimiliki sekolah. Yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/alam, modal finansial, modal politik, modal agama dan budaya. Dengan mengetahui modal atau sumber daya yang ada di sekolah, maka sebagai pemimpin guru harus bisa memetakan 7 aset tersebut dan mengoptimalkan pengelolaannya untuk peningkatan pembelajaran di sekolah.

Jelaskan perspektif program yang berdampak positif pada murid dan bagaimana program atau  kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program dapat berdampak positif pada murid?

Program yang berdampak positif pada murid tentunya melibatkan kepemimpinan murid dengan memberikan ruang dan mempromosikan suara, pilihan dan kepemilikan. Harapannya, murid merasa bahagia dan sejahtera. Kodrat anak yang memiliki ragam potensi dan bakat dapat tergali dan dituntun menuju kepada kebahagian yang setinggi-tingginya. Mengenali program atau kegiatan sekolah dengan perencanaan, pelaksanaan dan refleksi evaluasi dilakukan secara kolaboratif dan memberdayakan aset/kekuatan sumber daya yang dimiliki sekolah.

Perencanaan program dilaksanakan secara kolaboratif berdasarkan kebutuhan murid dengan mewujudkan lingkungan karakteristik yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid didukung sumber daya, aset, modal, potensi, kekuatan yang dimiliki sekolah melalui prakarsa perubahan dengan paradigma inkuiri apresiatif BAGJA.

Pelaksanaan program atau kegiatan ini memberdayakan murid untuk menjadi pemimpin dalam proses belajarnya sendiri. Murid mampu mempromosikan suara, pilihan, kepemilikan sendiri melalui proses yang memerdekakan sehingga murid mampu menjadi agen perubahan dan guru menjadi mitra belajar

Evaluasi terhadap program atau kegiatan membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah. Melakukan penilaian, refleksi evaluasi secara menyeluruh, sistematis, berkala dan berkelanjutan untuk mengukur seberapa efektif dampak positif yang diharapkan muncul.

  

Kamis, 05 September 2024

 

PENGELOLAAN PROGRAM
YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID
Demonstrasi Kontekstual Materi Modul 3.3
By: Makder Lumban Gaol, M.Pd
CGP Angkatan ke-10

 


Modul 3.3 membahas tentang pengelolaan program yang berdampak positif pada murid. Pada Tugas Demonstrasi Kontekstual  ini, mengembangkan ide dalam ruang kolaborasi menjadi prakarsa perubahan lewat perencanaan program/kegiatan. Yakni dengan menggunakan model manajemen perubahan BAGJA. Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada murid, agar mereka mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan yang setingi-tingginya. Filosofi KHD mengartikan pendidikan sebagai tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat, menyadarkan para pendidik bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka salah satu kunci untuk mewujudkannya yaitu melalui pendidikan.

 

Poin atau Komponen Profil Pelajar Pancasila yang akan saya kembamgkan sebagai pendidik adalah:

1.        Mandiri

Kegiatan atau program yang berdampak positif pada murid adalah “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif). Melalui program ini, murid belajar mandiri mulai dari pemilihan bahan bacaan hingga mandiri membuat kegiatan-kegiatan literasi.

 

2.        Gotong Royong

Kegiatan atau program “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), menjadi sarana mengembangkan kemampuan bersosial dan berkolaborasi secara gotong royong.

 

3.        Bernalar Kritis

Kegiatan atau program “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), mampu menumbuhkembangkan kemampuan bernalar kritis murid. Mereka dituntut untuk mampu kritis dalam memahami isi bacaan yang dipilih, berpikiran terbuka dalam menanggapi pendapat orang lain secara kritis dan logis. Guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator untuk murid dalam mengembangkan cara berpikir yang sistematik terbuka dan kritis.

 

4.        Kreatif

Kegiatan atau program “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), mampu mengembangkan kreativitas murid. Salah satu kegiatannya adalah kegiatan ruang literasi sastra, numerasi, makan sehat dan penampilan bakat minat. Murid mengisi kegiatan ruang literasi dengan cara memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna dan berdampak.

Karakteristik Lingkungan Pendidikan Tumbuhnya Kepemimpinan Murid yang akan Dikembangkan adalah lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif, dan bijaksana. Lingkungan yang menempatkan murid sedemikian rupa sehingga terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri

Prakarsa Perubahannya adalah mengembangkan keterampilan mengajak dan mempengaruhi orang lain untuk giat berliterasi sastra, numerasi, bugar dan inovatif

Perumusan Strategi Pelaksanaan Program adalah menerapkan pendekatan Inkuiri Apresiatif atau IA lewat BAGJA

Tahapan BAGJA

1.     Buat Pertanyaan

·           Bagaimana mengembangkan kompetensi kepemimpinan murid?

·  Bagaimana peran murid dalam memimpin pengembangan “LISAN    BUMI” (Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif  warga sekolah?

·   Bagaimana cara murid mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk meningkatkan kemampuan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif),

·           Bagaimana murid bisa terlibat aktif dalam proses belajarnya sendiri ?

 Tindakan

·           Sosialisai program ke seluruh warga sekolah.

·           Pengukuhan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif)

·           Membuat kegiatan dan jadwal

·           Seluruh murid berperan menjadi anggota yang berperan aktif menggiatkan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif),

·           Guru sebagai pembimbing dan mengontrol kegiatan

 Rencana Pelibatan Murid (Voice, Choice, Ownership)

·           Strategi Suara/ Voice 

Melibatkan murid tentang membuat kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), melibatkan murid untuk menentukan waktu pelaksanaan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif) dan memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan saran dan pendapatnya tentang kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif),


·           Pilihan 

Memberikan kesempatan kepada murid untuk menentukan sendiri apa yang akan ditampilkan saat kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), memberikan kesempatan kepada murid untuk mengelola kegiatan

 ·           Kepemilikan

Memberikan murid kesempatan untuk berpartisipasi aktif di kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), memberikan apresiasi kepada murid atas kreatifitas murid dalam menyusun kegiatan, memposting kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), memberikan apresiasi kepada murid yang terbaik dalam kegitan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif),d.

 Asset/Kekuatan Sumber Daya

Modal manusia yang terdiri atas murid-murid, rekan guru, dan kepala sekolah

 Waktu / Penanggungjawab

 ·           Waktu

Sosialisasi dilakukan sejak awal semester kepada seluruh warga sekolah. Setiap perwakilan kelas tampil dalam kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif) secara bergiliran setiap hari Rabu dan Kamis pagi di lapangan. Melalui kolaborasi bersama komite, dilakukan penilaian kepada peserta kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif), Setiap murid terlibat dalam menggiatkan kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif),

 

·           Penanggung jawab

Wali kelas dan Pembina OSIS

 

2.   Ambil Pelajaran

        Pertanyaan

·  Kegiatan apa yang harus dilakukan untuk menarik kegiatan “LISAN BUMI” (Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif) murid?

·     Bagaimana kebijakan sekolah yang mendukung peningkatan kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif) murid?

·  Bagaimana kebijakan sekolah yang mendukung keaktifan murid untuk melakukan kegiatan tersebut?

 

Tindakan

 · Melakukan observasi kegiatan yang akan dilaksanakan dam mengajukan pertanyaan terbuka supaya bisa menggali minat murid

 Rencana Pelibatan Murid (Voice, Choice, Ownership)

 Voice

·           Melakukan sesi diskusi atau curah pendapat bersama dengan murid untuk mengetahui program kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif)

·           Melakukan curah pendapat tentang hal apa saja yang bisa menarik minat mereka mengenai program kegiatan “LISAN BUMI”(Literasi Sastra Numerasi Bugar Mandiri Inovatif)

Choice

Murid memilih sendiri kegiatan yang dia minati.

Ownership

Murid bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Aset/Kekuatan Sumber Daya

·           Modal manusia yang terdiri dari murid-murid, rekan guru, serta kepala sekolah.

·           Modal fisik adalah ruang kelas, perpustakaan, halaman sekolah

·           Modal politik adalah kebijakan sekolah, kerjasama dengan stakeholder

 Waktu/ Penanggungjawab

Setiap Hari Rabu jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Penampilan Bakat Minat di lapangan berupa : Literasi Sastra, Numerasi, Seni. Setiap Hari Kamis jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Senam Sehat/ Makan-Minum Sehat seluruh warga sekolah

Penanggung jawab : wali kelas

 3.   Gali Mimpi

        Pertanyaan

·         Apakah kebiasaan baru yang kami bayangkan terjadi saat budaya “LISAN BUMI” berhasil tercapai ?

·         Bagaimana perasaan kami ketika memiliki murid-murid literat?

·         Apa saja hal baru yang bisa kami lakukan setelah terwujudnya mandiri dan aktif terlibat?

·         Apa hal atau sumber daya yang dibayangkan akan tersedia dalam mempertahankan budaya “LISAN BUMI”mandiri?

 Tindakan

Mengajak rekan guru dan murid untuk membuat daftar harapan dan evaluasi tentang perubahan yang akan terjadi mulai dari merasakan sebelum dan sesudah “LISAN BUMI”dilaksanakan.

 Rencana Pelibatan Murid (Voice, Choice, Ownership)

 Voice

Melakukan sesi berbagi bersama dengan murid kelas 1 sampai kelas 6 untuk saling melengkapi daftar harapan serta evaluasi dari adanya pelaksanaan “LISAN BUMI”

Choice

Murid memilih sendiri bahan bacaan sesuai minatnya.

Ownership

Murid bertanggung jawab atas pilihannya

 Asset/Kekuatan Sumber Daya

 Modal manusia yang terdiri atas murid, petugas perpustakaan, serta rekan guru.

 Waktu / Penanggungjawab

 Setiap Hari Rabu jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Penampilan Bakat Minat di lapangan berupa : Literasi Sastra, Numerasi, Seni. Setiap Hari Kamis jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Senam Sehat/ Makan-Minum Sehat seluruh warga sekolah

Penanggung jawab : wali kelas/ guru piket

 4.   Jabarkan Rencana

        Pertanyaan

·         Apa langkah sederhana atau langkah awal yang bisa dilakukan?

·         Berapa lama target mencapai budaya mandiri dan aktif

·         Apa saja pendorong upaya dalam menciptakan budaya mandiri dan aktif?

·         Bagaimana cara mengukur kemajuan dan melanjutkan langkah?

 Tindakan

·         Mendiskusikan dengan cermat rancangan program “LISAN BUMI” bersama para guru/ wali kelas

·         Memantau murid dalam berlatih membaca dan memahami isi bacaan

·         Mengoordinasikan rencana jadwal pelaksanaan “LISAN BUMI” bersama komite dan wali kelas

·         Membuat catatan perkembangan serta evaluasi program

 Rencana Pelibatan Murid (Voice, Choice, Ownership)

       Voice

Mendiskusikan jadwal dan teknis pelaksanaan program “LISAN BUMI”

Choice

Murid memilih perwakilan setiap kelas, terkait dengan kegiatan “LISAN BUMI”

Ownership

Murid mendukung perwakilan dari kelasnya

 Asset/Kekuatan Sumber Daya

 ·         Modal manusia diantaranya terdiri dari murid, rekan guru, komite, dan kepala sekolah

·         Modal fisik ruang kelas, perpustakaan, halaman, panggung literasi, buku bacaan, serta sosial media sekolah

·         Modal politik terdiri dari kolaborasi warga sekolah

 

Waktu / Penanggungjawab

 Setiap Hari Rabu jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Penampilan Bakat Minat di lapangan berupa : Literasi Sastra, Numerasi, Seni. Setiap Hari Kamis jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Senam Sehat/ Makan-Minum Sehat seluruh warga sekolah

Penanggung jawab : wali kelas/ guru piket

 5.   Atur Eksekusi

        Pertanyaan

·         Siapa saja yang nantinya akan terlibat dalam mewujudkan rencana ini ?

·         Apa saja peran yang diperlukan dan siapa yang mengisi peran tersebut ?

·         Siapa yang akan bertanggung jawab untuk memonitor agar LISAN BUMU bisa berjalan baik dan berkelanjutan ?

·         Kapan LISAN BUMI ini bisa dimulai ?

  Tindakan

 ·         Penyusun tim memantau yang mana terdiri atas kepala sekolah dan wali kelas, tim pelaksana terdiri atas komite kelas

·         Membuat SK untuk tugas tim pemantau (monitoring) serta tim pelaksana

·         Mengajak orang tua murid untuk ikut serta memantau perkembangan literasi murid

·         Menyusun jadwal pelaksanaan

Rencana Pelibatan Murid (Voice, Choice, Ownership)

 Voice

Melakukan koordinasikan pembagian tugas dalam kepengurusan kelas. 

·         Choice

Murid melakukan pemilihan petugas.

·         Ownership

Murid terlibat, misalnya ketua kelas berperan sebagai kontroling target kegiatan LISAN BUMI.

 

Aset/Kekuatan Sumber Daya

·         Modal manusia diantaranya murid, rekan guru, komite, dan kepala sekolah

·         Modal fisik diantaranya ruang kelas, perpustakaan, panggung literasi, buku bacaan, dan sosial media sekolah

·         Modal politik adalah kolaborasi warga sekolah

 e.    Waktu / Penanggungjawab

        Setiap Hari Rabu jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Penampilan Bakat Minat di lapangan berupa : Literasi Sastra, Numerasi, Seni. Setiap Hari Kamis jam Pertama (Pukul 07.15-08.00 WIB) adalah Senam Sehat/ Makan-Minum Sehat seluruh warga sekolah. Penanggung jawab : wali kelas/ guru piket