PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
BERBASIS
NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Demonstrasi Kontekstual Materi Modul 3.1
By: Makder Lumban Gaol,
M.Pd
CGP Angkatan ke-10
Wawancara yang saya lakukan pertama kali, mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin dilingkup kerja CGP yaitu di SMAN 1 Pangkalan Lesung pada tanggal 5 Agustus 2024. Sebagai kepala sekolah adalah ibu Rifa Suryasi, S.Pd. Beliau juga merupakan lulusan PGP Angkatan ke 9
Dari hasil wawancara mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin adalah sebagai berikut:
1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?
Jawab:
Dalam mengidentifikasi suatu permasalahan, ada
dua hal yang terjadi yaitu bujukan moral
dan dilema etika. Bujukan moral atau
benar lawan salah adalah sebuah kondisi yang terjadi dimana seseorang
dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan. Dilema
etika atau benar lawan benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana
seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam
mengambil sebuah keputusan.
2.
Selama
ini, bagaimana Anda menjalankan keputusan pengambilan di sekolah Anda, terutama
untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau
sama-sama mengandung nilai kebajikan?
Jawab:
Ketika dihadapkan dalam situasi mengambil
keputusan, tentunya terlebih dahulu harus mengidentifikasi apa yang menjadi
permasalahan. Apakah kasus tersebut berada di bujukan moral atau dilema ertika.
Selanjutnya dalam mengambil keputusan harus memperhatikan 4 paradigma dilema
etika, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan.
3.
Langkah-langkah
atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?
Jawab:
Langkah yang dilakukan adalah mengidentifikasi
permasalahan yang ada. Mengenal dan mengetahui nilai apa yang bertentangan
dalam situasi tersebut, setelah itu menentukan siapa yang terlibat, dalam hal
ini. Dalam mencari informasi tersebut, tentunya melibatkan guru untuk menemukan
fakta, kemudian melakukan pengujian benar salah, melaksanakan tiga prinsip
resolusi, mencari kemungkinan penyelesaian atau opsi trilema. Setelah itu baru
mengambil sebuah keputusan dan merefleksikannya.
4.
Hal-hal
apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada
kasus- kasus dilema etika?
Jawab:
Ketika dihadapkan dengansebuah dilema etika, hal efektf
dalam pengambilan keputusan pada kasus dilema etika adalah menggunakan 3
prinsip resolusi yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berorientasi pada aturan
yang benar, mengutamakan rasa peduli dan memperhatikan dampak jangka. Selanjutnya
melakukan sharing dan diskusi dengan para
guru, pemangku kepentingan di sekolah untuk menyelesaikan sebuah kasus tersebut.
5.
Hal-hal
apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada
kasus-kasus dilema etika?
Jawab:
Menurut saya dilema etika adalah permasalahan
yang sulit untuk diputuskan karena menyangkut hal yang sama sama benar.
Tentunya setiap keputusan harus berpihak pada kepetingan orang banyak dan
berpihak pada murid.
6.
Apakah
Anda memiliki tatakala atau jadwal tertentu dalam penyelesaian kasus etika
etika dilema, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki
jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda
jalankan?
Jawab:
Tergantung seberapa mendesak dan seberapa
besarnya pengaruh terhadap lembaga yang saya pimpin, jika memang memerlukan
waktu dan pihak pihak lain yang terlibat maka saya membuat alokasi waktu khusus
7.
Adakah
seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda
dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
Jawab:
Kepala sekolah tentunya harus mampu membuat
keputusan berdasarkan nilai nilai kebajikan, dan melibatkan dewan guru atau
pihak terkait
8.
Dari
semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari
pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?
Jawab:
Nilai nilai kebajikan, prinsip pengambilan
keputusan, paradigma berpikir dan langkah langkah pengambilan keputusan menjadi
dasar pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Wawancara
kedua yang saya lakukan, mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis
Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin saya lakukan di SMKN 2 Ukui, pada tanggal 5 Agustus
2024. Sebagai kepala sekolah adalah ibu Trining
Cahyani, S.Pd. Dari hasil wawancara mengenai Pengambilan Keputusan Berbasis
Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin adalah sebagai
berikut:
1.
Selama
ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema
etika atau bujukan moral?
Jawab:
Saya
mengamati suatu permasalahan yang terjadi, mengumpulkan informasi yang faktual,
dan menentukan suatu keputusan mengacu berdasarkan peraturan dan kebijakan.
Tentunya dalam pengambilan keputusan harus melalui sharing/ diskusi dengan rekan
kerja
2.
Selama
ini, bagaimana Anda menjalankan keputusan pengambilan di sekolah Anda, terutama
untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau
sama-sama mengandung nilai kebajikan?
Jawab:
Dalam
pengambilan keputusan, harus sesuai pada aturan. Setiap pengambilan keputusan,
saya selalu menjalin hubungan dengan rekan sejawat. Memastikan bahwa keputusan
tersebut benar-benar dipahami. Tentunya keputusan yang diambil untuk
kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi.
3.
Langkah-langkah
atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?
Jawab:
Mencari informasi terlebih dahulu. Melakukan wawancara
dari berbagai pihak, menganalisis dan mempertimbangkan dengan matang akan
keputusan yang diambil.
4.
Hal-hal
apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada
kasus- kasus dilema etika?
Jawab:
Ketika dihadapkan dengansebuah dilema etika, hal efektf
dalam pengambilan keputusan pada kasus dilema etika adalah menggunakan 3
prinsip resolusi yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berorientasi pada aturan
yang benar, mengutamakan rasa peduli dan memperhatikan dampak jangka. Selanjutnya
melakukan sharing dan diskusi dengan para
guru, pemangku kepentingan di sekolah untuk menyelesaikan sebuah kasus tersebut.
5.
Hal-hal
apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada
kasus-kasus dilema etika?
Jawab:
Permasalahan yang sulit untuk diputuskan harus
berpihak pada kepetingan orang banyak dan berpihak pada murid. Tidak egois dan selalu mengedepankan
kolaborasi.
6.
Apakah
Anda memiliki tatakala atau jadwal tertentu dalam penyelesaian kasus etika
etika dilema, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki
jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda
jalankan?
Jawab:
Kondisional,
tidak ada jadwal tertentu, yang pasti diselesaikan dengan baik sesuai dengan
peraturan yang berlaku
7.
Adakah
seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda
dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?
Jawab:
Melibatkan dewan guru atau pihak terkait
8.
Dari
semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari
pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?
Jawab:
Pengalaman adalah guru terbaik. Belajar dari
berbagai kejadian untuk setiap kasus permasalahan yang terjadi di lapangan.
Refleksi Wawancara
Hal-hal menarik apa yang muncul dari
wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari
hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma,
3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan?
Sesuai hasil
wawancara yang saya lakukan, para kepala sekolah tersebut melakukan pengambilan
keputusan dengan mengidentifikasi masalah, berdiskusi dengan seluruh
komponen sekolah, mengambil keputusan yang berpihak pada murid.
Hal-hal yang telah dilakukan oleh masing-masing
kepala sekolah tersebut
Menurut saya, yang
dilakukan oleh Kepala sekolah sudah melaksanakan prinsip prinsip pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab dengan memperhatikan empat paradigma dilema
etika, tiga prinsip basis penyelesaian masalah dilema etika. Dalam langkah
pengambilan keputusan sudah memuat langkah langkah pengambilan keputusan namun belum
terlihat proses uji hasil pengambilan keputusan
Bagaimana hasil wawancara antara pimpinan
yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada
yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan?
Berdasarkan hasil
wawancara ada beberapa persamaan yaitu
melakukan identifikasi masalah dan mengumpulkan fakta-fakta terlebih dahulu. Mereka juga melakukan
sharing/ diskusi dan komunikasi dengan berbagai pihak terutama yang terlibat
dalam masalah
Perbedaan dari kedua
kepala sekolah dalam mengambil keputusan adalah Kepala sekolah pertama sudah melakukan 9
langkah dalam pengambilan keputusan, membuat keputusan yang berpihak kepada murid. Kepala
sekolah kedua lebih mengedepankan komunikasi dan kolaborasi dengan unsur-unsur
sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam masalah.
Menurut saya yang
lebih menonjol dalam membuat keputusan sesuai langkah-langkah pengambilan
keputusan dalam teori di modul 3.1 adalah kepala sekolah pertama. Hal ini juga
terlihat bahwa ibu Rifa Suryasi, S.Pd
sebagai lulusan PGP Angkatan ke-9 sudah memahami dilema etika dan
penyelesaiannya.
Apa rencana ke depan para pimpinan
dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika?
Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka?
Rencana kedepannya
para pimpinan tersebut jika menghadapi permasalahan dilema etika ataupun
bujukan moral akan menerapkan tahapan-tahapan pengambilan keputusan sesuai
dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan
dengan lebih lengkap termasuk pengujian dan investigasi opsi trilemma. Cara
mengukur efektivitas pengambilan keputusan adalah dengan melakukan pengujian
benar-salah, melakukan refleksi atas keputusan yang telah dibuat, serta meminta
saran dan masukan dari pihak lain yang terkait dalam pengambilan keputusan
tersebut.
Bagaimana Anda sendiri akan
menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada
murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan
menerapkannya?
Saya akan menerapkan
9 langkah pengambilan keputusan dalam setiap permasalah dilema etika baik
ketika berhdapan dengan masalah murid maupun ketika ada rekan guru yang menemui
masalah dilema etika, saya akan memberikan saran dan masukan yang bersifat
memnagun untuk mengambil keputusan sesuai 9 langkah pengambilan dan keputusan
yang telah saya pahami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar