Minggu, 04 Agustus 2024

 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Demonstrasi Kontekstual Materi Modul 3.1
By: Makder Lumban Gaol, M.Pd
CGP Angkatan ke-10

 


Wawancara yang saya lakukan pertama kali, mengenai
Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin dilingkup kerja CGP yaitu di SMAN 1 Pangkalan Lesung pada tanggal 5 Agustus 2024. Sebagai kepala sekolah adalah ibu Rifa Suryasi, S.Pd. Beliau juga merupakan lulusan PGP Angkatan ke 9

Dari hasil wawancara mengenai  Pengambilan Keputusan  Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin adalah sebagai berikut:

1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Jawab:

Dalam mengidentifikasi suatu permasalahan, ada dua hal yang terjadi yaitu bujukan moral dan dilema etika. Bujukan moral atau benar lawan salah adalah sebuah kondisi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar atau salah dalam mengambil sebuah keputusan. Dilema etika atau benar lawan benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi keduanya benar namun bertentangan dalam mengambil sebuah keputusan.

2.     Selama ini, bagaimana Anda menjalankan keputusan pengambilan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Jawab:

Ketika dihadapkan dalam situasi mengambil keputusan, tentunya terlebih dahulu harus mengidentifikasi apa yang menjadi permasalahan. Apakah kasus tersebut berada di bujukan moral atau dilema ertika. Selanjutnya dalam mengambil keputusan harus memperhatikan 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan.

3.     Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

Jawab:

Langkah yang dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada. Mengenal dan mengetahui nilai apa yang bertentangan dalam situasi tersebut, setelah itu menentukan siapa yang terlibat, dalam hal ini. Dalam mencari informasi tersebut, tentunya melibatkan guru untuk menemukan fakta, kemudian melakukan pengujian benar salah, melaksanakan tiga prinsip resolusi, mencari kemungkinan penyelesaian atau opsi trilema. Setelah itu baru mengambil sebuah keputusan dan merefleksikannya.

4.     Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus- kasus dilema etika?

Jawab:

Ketika dihadapkan dengansebuah dilema etika, hal efektf dalam pengambilan keputusan pada kasus dilema etika adalah menggunakan 3 prinsip resolusi yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berorientasi pada aturan yang benar, mengutamakan rasa peduli dan memperhatikan dampak jangka. Selanjutnya  melakukan sharing dan diskusi dengan para guru, pemangku kepentingan di sekolah untuk menyelesaikan sebuah kasus tersebut.

5.     Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawab:

Menurut saya dilema etika adalah permasalahan yang sulit untuk diputuskan karena menyangkut hal yang sama sama benar. Tentunya setiap keputusan harus berpihak pada kepetingan orang banyak dan berpihak pada murid.  

6.     Apakah Anda memiliki tatakala atau jadwal tertentu dalam penyelesaian kasus etika etika dilema, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Jawab:

Tergantung seberapa mendesak dan seberapa besarnya pengaruh terhadap lembaga yang saya pimpin, jika memang memerlukan waktu dan pihak pihak lain yang terlibat maka saya membuat alokasi waktu khusus

7.     Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Jawab:

Kepala sekolah tentunya harus mampu membuat keputusan berdasarkan nilai nilai kebajikan, dan melibatkan dewan guru atau pihak terkait

8.     Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Jawab:

Nilai nilai kebajikan, prinsip pengambilan keputusan, paradigma berpikir dan langkah langkah pengambilan keputusan menjadi dasar pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

 

Wawancara kedua yang saya lakukan, mengenai Pengambilan Keputusan  Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin saya lakukan di SMKN 2 Ukui, pada tanggal 5 Agustus 2024. Sebagai kepala sekolah adalah ibu Trining Cahyani, S.Pd. Dari hasil wawancara mengenai  Pengambilan Keputusan  Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin adalah sebagai berikut:

 

1.     Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Jawab:

Saya mengamati suatu permasalahan yang terjadi, mengumpulkan informasi yang faktual, dan menentukan suatu keputusan mengacu berdasarkan peraturan dan kebijakan. Tentunya dalam pengambilan keputusan harus melalui sharing/ diskusi dengan rekan kerja

 

2.     Selama ini, bagaimana Anda menjalankan keputusan pengambilan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Jawab:

Dalam pengambilan keputusan, harus sesuai pada aturan. Setiap pengambilan keputusan, saya selalu menjalin hubungan dengan rekan sejawat. Memastikan bahwa keputusan tersebut benar-benar dipahami. Tentunya keputusan yang diambil untuk kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi.

 

3.     Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

Jawab:

Mencari informasi terlebih dahulu. Melakukan wawancara dari berbagai pihak, menganalisis dan mempertimbangkan dengan matang akan keputusan yang diambil.

4.     Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus- kasus dilema etika?

Jawab:

Ketika dihadapkan dengansebuah dilema etika, hal efektf dalam pengambilan keputusan pada kasus dilema etika adalah menggunakan 3 prinsip resolusi yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berorientasi pada aturan yang benar, mengutamakan rasa peduli dan memperhatikan dampak jangka. Selanjutnya  melakukan sharing dan diskusi dengan para guru, pemangku kepentingan di sekolah untuk menyelesaikan sebuah kasus tersebut.

5.     Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawab:

Permasalahan yang sulit untuk diputuskan harus berpihak pada kepetingan orang banyak dan berpihak pada murid.  Tidak egois dan selalu mengedepankan kolaborasi.

6.     Apakah Anda memiliki tatakala atau jadwal tertentu dalam penyelesaian kasus etika etika dilema, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Jawab:

Kondisional, tidak ada jadwal tertentu, yang pasti diselesaikan dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku

 

7.     Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Jawab:

Melibatkan dewan guru atau pihak terkait

8.     Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Jawab:

Pengalaman adalah guru terbaik. Belajar dari berbagai kejadian untuk setiap kasus permasalahan yang terjadi di lapangan.

 

Refleksi Wawancara

Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan?

Sesuai hasil wawancara yang saya lakukan, para kepala sekolah tersebut melakukan pengambilan keputusan dengan mengidentifikasi masalah, berdiskusi dengan seluruh komponen sekolah, mengambil keputusan yang berpihak pada murid.

Hal-hal yang telah dilakukan oleh masing-masing kepala sekolah tersebut

Menurut saya, yang dilakukan oleh Kepala sekolah sudah melaksanakan prinsip prinsip pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dengan memperhatikan empat paradigma dilema etika, tiga prinsip basis penyelesaian masalah dilema etika. Dalam langkah pengambilan keputusan sudah memuat langkah langkah pengambilan keputusan namun belum terlihat proses uji hasil pengambilan keputusan

Bagaimana hasil wawancara antara pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan?

Berdasarkan hasil wawancara ada beberapa persamaan yaitu melakukan identifikasi masalah dan mengumpulkan fakta-fakta terlebih dahulu. Mereka juga melakukan sharing/ diskusi dan komunikasi dengan berbagai pihak terutama yang terlibat dalam masalah

Perbedaan dari kedua kepala sekolah dalam mengambil keputusan  adalah Kepala sekolah pertama sudah melakukan 9 langkah dalam pengambilan keputusan, membuat keputusan yang berpihak kepada murid. Kepala sekolah kedua lebih mengedepankan komunikasi dan kolaborasi dengan unsur-unsur sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam masalah.

Menurut saya yang lebih menonjol dalam membuat keputusan sesuai langkah-langkah pengambilan keputusan dalam teori di modul 3.1 adalah kepala sekolah pertama. Hal ini juga terlihat bahwa ibu Rifa Suryasi, S.Pd sebagai lulusan PGP Angkatan ke-9 sudah memahami dilema etika dan penyelesaiannya.

Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka?

Rencana kedepannya para pimpinan tersebut jika menghadapi permasalahan dilema etika ataupun bujukan moral akan menerapkan tahapan-tahapan pengambilan keputusan sesuai dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dengan lebih lengkap termasuk pengujian dan investigasi opsi trilemma. Cara mengukur efektivitas pengambilan keputusan adalah dengan melakukan pengujian benar-salah, melakukan refleksi atas keputusan yang telah dibuat, serta meminta saran dan masukan dari pihak lain yang terkait dalam pengambilan keputusan tersebut.

Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan menerapkannya?

Saya akan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan dalam setiap permasalah dilema etika baik ketika berhdapan dengan masalah murid maupun ketika ada rekan guru yang menemui masalah dilema etika, saya akan memberikan saran dan masukan yang bersifat memnagun untuk mengambil keputusan sesuai 9 langkah pengambilan dan keputusan yang telah saya pahami.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar